Selasa, 29 Januari 2013
Bank Sampah Solusi Banjir
Bank Sampah Sebagai Solusi Banjir
Setelah banjir di Kota Jakarta mulai surut muncul pemandangan tumpukan sampah yang menggunung dimana-mana, padahal kalau masyarakat tahu bahwa yang dibuang bisa menghasilkan uang mungkin tumpukan sampah tidak akan banyak seperti itu.Untuk menanggulangi masalah penumpukan sampah yang dibuang maka ada salah satu solusi jitu yaitu dengan pembentukan Bank Sampah.
Kenapa harus Bank Sampah ? Apa maksudnya Bank Sampah? Bentuknya seperti apa ? Membentuk Bank Sampah semudah membalikkan telapak tangan atau sulit ?
Ide penulisan artikel ini bermula ketika beberapa hari yang lalu mendapat tugas untuk membentuk bank sampah di wilayah kerja penulis dengan kriteria sangat gampang yaitu bentuk bank sampah di setiap wilayah RW kebetulan jumlah RW di wilayah kerja penulis ada 10 RW. Segera laporkan hasilnya ditunggu hari ini kirim melalui fax atau email.
Nah seperti itulah kurang lebih ilustrasi dari rencana pembentukan bank sampah.Mudah sekali seperti sulap david coverboy.
Ada anggapan yang salah mengenai arti Bank Sampah, yaitu :
- Bank Sampah dianggap sama dengan lapak pemulung tradisional yang dikelola perorangan
- Bank Sampah dianggap bisa berdiri dengan sendirinya tanpa ada pembinaan dan pembentukan dari aparat pemda.
Mungkin masih ada aparat pemda yang masih belum mengerti arti dari bank sampah sehingga mereka bingung harus berbuat apa.Kebetulan penulis sering berselancar di dunia maya sehingga langsung menghubungi mbah google.Lalu bagimana dengan teman-teman yang rada gaptek ? yah itu tadi maka jadilah lapak pemulung diberi nama bank sampah.
Bank Sampah sudah ada sejak lama terutama sebagai percontohan di Indonesia adalah bank sampah daerah Malang dan sudah dikunjungi oleh para pejabat pemda untuk belajar, tetapi kok tidak disosialisasikan kepada aparat pelaksana di bawahnya yah?? sehingga para aparat yang di bawah menganggap bank sampah sama dengan lapak pemulung.piss pak.
Yang diperlukan untuk pembentukan bank sampah :
- Lokasi penampungan hasil sampah yang dijual-dibeli
- Pengurus terdiri dari : Ketua - Sekretaris - Bendahara - Anggota
- Sosialisasi kepada masyarakat agar hasil sampah yang dikumpulkan sudah terpilah
Bagaimana proses bank sampah :
Masyarakat berperan aktif untuk meningkatkan kesadaran dalam membentuk bank sampah yaitu dengan cara mengumpulkan sampah mulai dari rumah tangga yang pada akhirnya dijual ke bank sampah dan jadi uang.
Cara pemilahan sampah :
Sampah di pisahkan menjadi tiga macam yaitu :
- Sampah organik : sampah yang mudah lapuk atau terurai,daun, sayur,buah,sisa makanan (ini dapat dijadikan bahan pupuk kompos)
- Sampah non organik :Sampah /limbah yang tidak dapat terurai secara alamiah dan memerlukan waktu yang lama,plastik,besi,alumunium,karet,kaca dan sejenisnya (dapat dibuat jadi produk baru)
- Sampah B3 : sampah mengandung racun,sampah/limbah yang dapat mencemari lingkungan,membahayakan kesehatan manusia dan mahluk hidup lainnya: bekas alat elektronik,batu batere,aki
Setelah sampah dipilah di rumah tangga maka untuk sampah organik dapat diolah sendiri menjadi pupuk kompos dan hasilnya dapat dijual atau dipakai sendiri.Apabila masyarakat tidak mempunyai peralatan membuat kompos dapat dibentuk satu tempat tingkat RT untuk menyiapkan lokasi dan pengolahan pupuk kompos ini.
Menurut pantauan penulis untuk pengolahan kompos ini sudah banyak yang berhasil ditingkat wilayah RW hanya tinggal usaha meningkatkan skala agar setiap RT mempunyai tempat pengolahan kompos ini.Karena tidak memerlukan biaya yang besar dan tempat yang luas.Yang penting adalah keterampilan untuk mengolah pupuk kompos ini.
Sampah Non organik ini yang dapat dibawa ke bank sampah untuk dijual,terdiri dari :
- plastik
- botol
- kertas
- hasil daur ulang (misalnya plastik yang sudah dijadikan tas atau aksesori lainnya)
Setelah sampai di bank sampah setempat lalu sampah non organik tersebut di timbang dan di catat oleh pengurus bank sampah.
Hasil pembelian sampah dari masyarakat tersebut kemudian dijual lagi ke pabrik atau dapat diolah terlebih dahulu agar mendapat nilai lebih sehingga harga jualnya lebih tinggi.
Sebagian lagi dapat dibuat hasil kerajinan tangan dan dapat dijual kembali.
Proses Penanganan Sampah
Perlu dilakukan pencacahan baik secara manual atau mesin pencacah.
Proses dalam tanah:
Hasil pembelian sampah dari masyarakat tersebut kemudian dijual lagi ke pabrik atau dapat diolah terlebih dahulu agar mendapat nilai lebih sehingga harga jualnya lebih tinggi.
Sebagian lagi dapat dibuat hasil kerajinan tangan dan dapat dijual kembali.
Begitulah siklus dari bank sampah yang sebenarnya. Dari tahapan tadi dapat disimpulkan sebagai berikut :
- Diperlukan sosialisasi kepada masyarakat tentang arti pentingnya bank sampah di tiap wilayah terutama tingkat RW
- Masyarakat perlu pelatihan dan sosialisasi cara memilah sampah dan pelatihan keterampilan mengolah kompos serta membuat kerajinan tangan dari sampah non organik.
- Diperlukan pengurus tingkat RW yang menjadi petugas bank sampah,bisa terdiri dari unsur tokoh masyarakat,PKK,Karang Taruna dan Ormas yang tinggal di wilayah itu.
- Dibutuhkan lokasi khusus untuk bank sampah sebagai tempat menampung hasil pembelian sampah dari masyarakat dan tempat pengolahan sampah.Tidak perlu tempat yang luas tetapi harus ada dan tersendiri bukan sekedar posko yang dijadikan bank sampah.Terlebih lagi harus bersih tertata sehingga tidak kumuh.
Kenapa diperlukan pembinaan dari aparat pemerintah daerah untuk pembetukan bank sampah ini ? Karena proses pengolahan sampah ini memerlukan keahlian khusus.
Proses Penanganan Sampah
Sampah Organik:
Proses pengomposanPerlu dilakukan pencacahan baik secara manual atau mesin pencacah.
Proses dalam tanah:
- Pembuatan lubang atau lubang berpori
- Pemupukan sampah organik dalam lubang (masa panen 3-6 bulan)
- Hasil kompos
- Penyemprotan
- Pembalikan
- Pengayakan
- Pengemasan/pengepakan
Sampah non organik :
- Kantong plastik
- Kemasan sabun
- Kertas dll
- Kerajinan tangan
- Pencacahan biji plastik
- Kertas daur ulang
Sampah B3
Dikumpulkan untuk dibuang secara khusus yang akan diproses oleh Instansi terkait.Demikian sekilas tentang penanganan sampah dan pembentukan bank sampah.Semoga dapat menjadi bahan inspirasi dalam membentuk bank sampah di wilayah masing-masing.
STOP...buang sampah di sungai...STOP buang sampah..
Mulai saat ini Mari kita mengurangi, memanfaatkan dan mendaur ulang sampah di sumbernya..
Semoga bermanfaat
Author: Abdul Basit
Abdul Basit melayani Pengobatan Secara Gratis dengan metode transfer energi jarak jauh dengan menggunakan Rei Ki Tummo dan Bio Energi Read More →
Related Posts:
Seputar Jakarta
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)













Saya Abdul Basit melayani Pengobatan Secara Gratis dengan metode transfer energi jarak jauh


Sekarang BANK SAMPAH lagi ngetop ya bang,tempat saya juga ada bang dan lewat cara ini mendidik agar masyarakat peduli dengan kebersihan..sipp artikelnya BANG DOEL...hahahahyyyyy
BalasHapusBetul bang Icah,ide ini gara-gara harus membentuk bank sampah,untung ada mbah gugel,hahahayyyy
BalasHapusSaya sangat setuju dengan ide ini, semoga dengan adanya Bank sampah ini akan menjadi solusi terbaik, dan bisa meningkatkan kebersihan kota sekaligus untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. postingan yg sangat berbobot dan semoga pemda akan memberikan dukungan sepenuhnya.
BalasHapussalam sukses kawan
terima kasih sudah berbagi
Benar sahabatku penyuluh perikanan,salah satu solusi untuk mengurangi sampah adalah membentuk bank sampah.Selanjutnya tinggal menata resapan air dan perbaikan drainase.
HapusKalu sudah ada Bank sampah memang lumayan
Hapussetidaknya sudah bisa menjadi salah satu syarat yg baik. apalagi dengan adanya sistim peataan Drainase yg bagus semua akan aman dan lancar.
memang salah satu solusi jitu untuk menangani banjir ya dengan bank sampah ini ya sob.. semoga banjir jadi kabur.. :)
BalasHapusBenar sob bank sampah yang sudah berhasil ada di daerah Malang,sangat bagus dan mejadi contoh wilayah lain.
Hapusbaguslah...dapat mengawal kekotoran kan?, Alhamdulilla..di tempat KY banjir sudah reda sepenuhnya
BalasHapusBenar KY bank sampah dapat mengawal kekotoran :).Mudah-mudahan di daerah KY banjir tidak datang lagi.
HapusKita kan banyak pulau,nah ambil tuh 1 pulau yg ndak berpenghuni, trus ksh pabrik pengolahan limbah. masa kalah sama luar negeri. sy jamin bakal bebas polusi sampah negara kita :)
BalasHapusIde yang bagus Mba Indah,mungkin dananya masih dibutuhkan untuk yang lain.
HapusMoga cara ini efektif buat menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah bahaya banjir ya bang
BalasHapustentunya turut serta partisipasi bersama :)
Betul Mas Budi,bermula dari rumah tangga agar membiasakan diri memilah sampah jadi 3 bagian.
Hapussolusi banjir sekaligus memiliki nilai ekonomis juga sob
BalasHapusBetul bang rohmadaini,kumpulin sampah lalu jual,bisa jadi penghasilan tambahan
Hapusfolback y =)
BalasHapuswww.indogeria.blogspot.com
Mba Raini Munti,saya sudah follow.Terima kasih kujungannya.
HapusCegah Bencana Alam Dengan Melakukan Penghijauan
BalasHapushttp://blog-agan.blogspot.com/2013/01/cegah-bencana-alam-dengan-melakukan.html
Setuju kawan,penghijauan memang perlu.Selamat mengikuti kontes.
Hapusmantap gan, nice info :D
BalasHapusTerima kasih gan atas kunjungannya :D
Hapusbenar bgt, solusi yang tepat itu..
BalasHapusSetuju bang ahmad bagus.Terima kasih sudah berkunjung
Hapusnice info sobat
BalasHapusTerima kasih sobat atas kunjungannya
HapusSepertinya Bank sampah ini sudah perlu diadakan dimana-mana di seluruh Indonesia ya sob, dan saya rasa akan lebih baik.
BalasHapusTerima kasih sobat sudah berbagi
Benar kawanku,punya blog baru yah ? Terima kasih atas kunjungannya
HapusItu Bukan Blog baru, tapi isinya dokumen penting..hehe
Hapusterima kasih yah atas followernya
Saya sangat setuju dengan ide ini, Tinggal bagaimana pembinaan serta kesadaran semua pihak. Kalau masing2 pihak baik pihak yang berkompenten atau pihak masyarakat sudah paham dan bisa bekerjasama dengan baik, maka kita bisa membantu pencegahan masalah banjir.
BalasHapusBenar sekali sobat Lensa,asal semua fihak mau merubah kebiasaan membuang sampah maka semakin besar keberhasilannya.
Hapus.: jadi ingat pelajaran dari Mak Yati, pemulung sampah az bisa qurban 2 ekor kambing...^_^
BalasHapusbetul sobat moeslimmart,berarti sebenarnya pekerjaan ini bisa menghasilkan pendapatan yang besar.
Hapusbisa simpan pinjam gak ya??? asal gak pake bunga ^_^
BalasHapusberdasarkan info yang saya dapat dari pengelola yang sudah berhasil,mereka memberikan pinjaman berupa uang kepada anggota masyarakatdan cara mengangsur dengan sampah non organik bukan bayar dengan uang tunai.
Hapus.. bank sampah itu terlalu murah, lebih mahal di tempatnya secara langsung. he..86x ..
BalasHapusSepertinya pengalaman nih kawan,berarti di tempat sobat sudah berjalan dengan baik.Terima kasih kunjungannya.
Hapuswah solusi yang sangat bagus dan juga bisa dimanfaatkan,,makasih sudah berbagi
BalasHapusTerima kasih kembali mas cahyo jm atas kunjungannya.
Hapusijin comment bang seputar bank sampah di mari,,nice artikel met beraktivitas
BalasHapusSilahkan mas cahyo,,terima kasih atas kunjungannya
Hapusaku setuju mas sama artikel nya,, jadi bisa mengarahkan sampah2 menjadi berguna dan tidak menimbulkan banjir
BalasHapusbetul bang rizal,sebenarnya kalau masyarakat mau sedikit repot,sampah dari rumah bisa jadi uang.terima kasih kunjungannya bang.
Hapus