Google
Artikel: Jenis Komentar Spam | Cara Memperbaiki Broken link

Ad 468 X 60

Selasa, 26 Februari 2013

Widgets

KPK Tetapkan Anas Tersangka

Anas bersedia digantung di monas bila terbukti melakukan korupsi

KPK tetapkan anas tersangka
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan AU mantan anggota DPR sebagai tersangka kasus Hambalang. Diduga AU ini adalah Anas Urbaningrum.
"KPK telah menetapkan saudara AU sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi saat konferensi pers di kantornya, Jumat(22/1/2013) salah satu kutipan dari Tribunnews.com,Jakarta.
Belum lagi proses pengadilan berjalan tapi sebagian masyarakat sudah dapat memutuskan bahwa saudara Anas Urbaningrum telah terbukti bersalah dan dihukum atas perbuatannya.

Dari kutipan berita di atas dan gambar ilustrasi ini tidak lain maksud penulis adalah ingin memberikan sedikit gambaran tentang berita yang menjadi topik panas akhir-akhir ini.Selain media massa yang sedang gencar-gencarnya baik berita yang menyudutkan maupun berita yang membela.Hal ini sudah wajar dalam dunia pers karena harus ada berita yang seimbang dan tidak menyudutkan dengan membentuk opini masyakarat.
Tetapi bagi masyarakat awam apakah ini bisa membendung opini mereka ? ternyata tidak,karena belum lagi ada proses pengadilan sudah ada keputusan yaitu Anas korupsi.

Apakah ini benar dipandang dari sudut hukum yang dianut di Negara Indonesia ? Lalu bagaimana pandangan ajaran agama islam ?

Seperti biasa mari kita simak sedikit demi sedikit.

UU RI Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman

Pasal 8 (1)
Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau dihadapkan di depan pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Di dalam peraturan perundang-undangan terdapat ketentuan yang mengatur pengertian dari putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde)
Karena itu seseorang harus tetap dianggap benar dalam arti tidak pernah melakukan kesalahan sehingga orang tersebut berhak mendapatkan perlindungan hukum selama proses peradilan.

Pandangan Hukum

Dipandang dari segi hukum yang berlaku di Negara Indonesia sudah jelas apa yang menjadi putusan masyarakat bahwa Anas bersalah melakukan korupsi adalah tidak dibenarkan.Karena sudah ada Undang-undang yang mengaturnya bahwa setiap orang yang disangka melakukan perbuatan pidana wajib dianggap tidak bersalah atau belum bersalah.Ini merupakan azas keadilan,karena keadilan itu relatif,adil bagi seseorang belum tentu adil bagi orang lain.

Contoh tentang keadilan :

Anda sedang mengendarai mobil dengan kecepatan normal tidak sedang mengebut tiba-tiba menyeberang ibu dan anak kecil.Lalu tertabrak dan anaknya meninggal dunia.Sedangkan anda memang benar orang baik dan sangat disenangi tetangga karena kebaikan anda.
Anda disidang dan diberi hukuman mati oleh hakim.
Bagaimana menurut anda dan keluarga anda ? bagaimana menurut keluarga si anak kecil tadi ? tentang kata ADIL ? Yah..itulah pengertian dari kata adil yang bersifat relatif tergantung diposisi mana anda berada.

Azas Praduga tidak bersalah ( inkracht van gewijsde )

Begitu juga dengan azas praduga tak bersalah akan dirasa adil bagi keluarga terdakwa karena bisa saja pada saat pengadilan berjalan dan bukti dari terdakwa cukup dan meyakinkan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah maka hakim akan memutuskan BEBAS.Demikian juga dengan putusan BERSALAH.
Semua ini baru bisa dikatakan benar apabila telah ada putusan dari hakim bukan putusan dari masyarakat.Mari kita kembalikan bila hal ini terjadi pada anda atau keluarga anda, apakah anda setuju dengan azas hukum ini,yaitu azas praduga tidak bersalah?

Penulis dalam hal ini tidak membela terdakwa atau menyudutkan terdakwa,karena tidak ada keuntungan pribadi yang penulis dapatkan.Penulispun sangat setuju bila pelaku korupsi uang rakyat dihukum yang seberat-beratnya.Asalkan sudah menjalani semua proses hukum yang sesungguhnya.

Cukup sedikit tentang pandangan dari segi hukum yang berlaku di Indonesia,sekarang menuju pandangan berdasarkan agama.

Pandangan Agama Islam

Dalam pandangan agama ini sudah masuk dalam kategori ghibah.Mengapa dikatakan ghibah?  karena kita belum tahu keadaan yang sebenarnya,kita baru tahu keadaan berdasarkan berita bukan yang sebenarnya.Apakah berita itu benar atau salah? sampai saat ini belum ada kepastian dari hakim.Jadi masih dalam proses menerka-nerka,berprasangka.

Nabi bersabda :

أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوْا: اَللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، قِيلَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخِيْ مَا أَقُوْلُ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ
“Apakah kalian tahu apa itu ghibah?” Maka mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Maka beliau bersabda: “Engkau menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak dia sukai.” Mereka bertanya lagi: “Bagaimana pendapat engkau jika pada diri saudaraku itu memang ada yang seperti kataku (maksudnya benar berbuat-red), wahai Rasululloh?” Beliau menjawab: “Jika pada diri saudaramu itu ada yang seperti katamu, berarti engkau telah meng-ghibah-nya, dan jika pada dirinya tidak ada yang seperti katamu, berarti engkau telah berdusta tentangnya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Nabi bersabda :

الْغِيْبَةُ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ الْغِيْبَةُ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا؟ قَالَ: إِنَّ الرَّجُلَ لَيَزْنِيْ فَيَتُوْبُ فَيَتُوْبُ اللهُ عَلَيْهِ وَإِنَّ صَاحِبَ الْغِيْبَةِ لَا يُغْفَرُ لَهُ حَتَّى يَغْفِرَهَا لَهُ صَاحِبُهُ
“Ghibah itu lebih keras daripada zina.” Mereka bertanya: “Bagaimana ghibah lebih keras dari zina, wahai Rasululloh?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya seseorang telah berzina, kemudian bertaubat dan Allah pun mengampuni dosanya, sedangkan orang yang melakukan ghibah tidak akan diampuni Allah, hingga orang yang di-ghibah-nya mengampuninya.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Nabi bersabda :

Artinya : Barangsiapa menolak (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan menolak menghindarkan api Neraka dari wajahnya". (Hadits Riwayat Ahmad)

Dalil Alquran :


يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرً۬ا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٌ۬‌ۖ وَلَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًا‌ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُڪُمۡ أَن يَأۡڪُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتً۬ا فَكَرِهۡتُمُوهُ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ۬ رَّحِيمٌ۬
 
Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Hujurat 49: 12)

Kesimpulan

Dari kutipan dalil alquran dan hadis di atas sudah jelas tentang hukumannya bila melakukan ghibah.Untuk itu wahai saudaraku sebangsa dan setanah air ,sebangsa republik blogger dan saudara seiman marilah kita biasakan dengan tidak mengambil keputusan akan suatu peristiwa sebelum kita mengetahuinya hal yang sesungguhnya terjadi.
Bagaimana caranya? yaitu dengan jalan bersabar menunggu proses peradilan yang sebenarnya sampai hakim memutuskan apakah itu bersalah atau tidak bersalah.Tentunya setiap proses pengadilan ada tahapan yang dapat ditempuh.Mulai dari pengadilan Negeri-Pengadilan Tinggi-Mahkamah Agung-Peninjauan Kembali (PK).Hal ini akan memakan waktu yang cukup lama.

Dengan mengikuti proses pengadilan ini baru sedikit demi sedikit kita bisa tahu berdasarkan bukti-bukti yang ditunjukan oleh pihak penuntut maupun dari pihak pembela.Jangan dari sekarang kita sudah mulai memutuskan siapa yang bersalah dan siapa yang tidak bersalah.Dalam bahasa obrolan ditelevisi ini disebut masih prematur untuk membuat kesimpulan.

Semoga bermanfaat

Image

SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Digg
  • Technorati
Author: Abdul Basit
Saya Abdul Basit ingin berbagi pengetahuan yang bermanfaatRead More →

24 komentar:

  1. Hahahah .... kalau di gantung beneran bakal seru
    Sukses ya kawan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau berdasarkan hukum negara indonesia hal tersebut tidak akan terjadi Mba Ina.Terima kasih atas kunjungannya.Sukses juga untuk anda

      Hapus
  2. Informasi yg sangat menarik, kita tunggu seterusnya apa kelanjutan cerita si Anas ini sobat
    terima kasih sudah berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sahabatku PP,alangkah lebih bijaksana bila kita sabar menunggu proses peradilan.
      Terima kasih atas kunjungannya.

      Hapus
  3. Hohohho ..... ceritanya kancil nyolong timun makin seru nih, mudah2an jadi renungan utk kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam super Mba Indah,sekedar mengingatkan tentang ruginya berprasangka menurut agama.
      Terima kasih atas kunjungannya :D

      Hapus
  4. Tapi apa mungkin anas dihukum gantung di Monas,,,yaudah biarkan hukum yang memproses itu semua biar kita lihat apa hasil akhir dari penetapan Anas sebagai tersangka ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah pasti tidak akan mungkin kawan,karena tidak ada peraturan perundangannya di Indonesia.Itu hanya bahasa kiasan untuk menegaskan bahwa Anas tidak melakukan seperti yang dituduhkan.
      Bagaimana kebenarannya ? kita saksikan nanti.

      Hapus
  5. korupsi itu rasuah ye? KY tak berani komen ni..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sahabatku KY, korupsi itu artinya mencuri uang negara karena jabatan.Memang saat ini sedang menjadi berita panas,jadi saya mencoba untuk memberikan sedikit pengertian pada masyarakat bagaimana menyikapi masalah ini.
      Terima kasih KY atas kunjungannya.

      Hapus
  6. Sepertinya Anas mau buka2an tuh bang Doel mungkin saja dia punya senjata pamungkas,dan kalau Anas terbukti dia korupsi maka MONAS setia menanti kayanya nih.
    Untuk partai Demokrat sepertinya lagi apes untuk tahun ini terus terang saya bukan PENGGEMAR BERAT partai demokrat bang kalau kita tengok kebelakang waktu partai demokrat menayangkan iklan mereka yang "KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI" bintang iklannya: ANGELINA,ANAS,ANDI MALARANGENG serta SBY...nah kebetulan pemeran yang 3 sudah ditetapkan sebagai tersangka sekarang yang jadi pertanyaan apakah SBY bakal menyusul..hahahahyyyy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat datang sobatku bang icah,benar bang semakin hari semakin seru.Mengenai iklan anti korupsi saya pilih no comment aja bang,hahahayyyyy
      Oh iya bang,sekarang ini bule sering banget nyepam diblog saya,,kenapa yah?dikomentar ga muncul,tapi diinbox muncul dia komen dimana,sebagai anymous,makanya pilihan anymous saya hilangin.

      Hapus
    2. Bagus apanya mba indah..? maksudnya anymous dihilangkan..? menurut google itu pake robot bikin span dikomentar,makanya dengan adanya kode tulisan robot bingung..hahahayyy

      Hapus
  7. mungkin kalo menurut pejabat indonesia "korupsi merupakan cara jitu untuk cepet kaya" ya sob :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asal jangan buat artikel "Cara Korupsi yang bikin cepat kaya" atau "Cara pasang toolbar Anti Ketangkap" untung mereka bukan blooger,hahahayyy
      Terima kasih kunjungannya mas andes

      Hapus
  8. wah sayang Monas-nya klo harus digantungin sama si Anas.. ngerusak pemandangan aja.. heuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal tersebut tidak akan terjadi kawanku gambarrumahminimalis,karena hanya bahasa kiasan saja. :)
      Terima kasih atas kunjungannya kawan.

      Hapus
  9. Yah semestinya kita bisa melihatnya secara lebih bijak dan tidak terlalu antusias dalam melihat kasus ini... krn sebenarnya kita sudah banyak yang tahu... endingnya kayak gimana... negeri ini penuh sandiwara dan gelak tawa para koruptor dan rintihan para pencuri sandal dan kaum yang terdzolimi.... kita hanya bisa berharap bahwa kedepannya bisa lebih baik lagi dan yang terpenting apa yang kita lakukan hr ini untuk sesama kita.... met pagi kawan..

    BalasHapus
  10. Benar mas budi,Agar kedepan bisa lebih baik dari kondisi sekarang harus dimulai dari diri kita sendiri untuk tidak terjerumus arus.Karena untuk merubah keadaan terutama politik diperlukan kesabaran dengan mendidik generasi penerus yang jujur dan takut dosa.
    Terima kasih kawan atas kunjungannya.

    BalasHapus
  11. Kita tinggal tunggu aja hasil akhirnya gimana..bila benar terbukti semoga anas tidak mengingkari janjinya. bisa jadi headline dimana-mana pastinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya kalau urusan hukum sudah dijadikan politik memakan waktu yang agak lama bang,sampai masyarakat lupa akhirnya bagaimana.

      Hapus
  12. semoga KPK bertindak tegas atas apa yang terdakwa perbuat sesuai UU yang berlaku,,makasih sobat atas infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mas cahyo,KPK memang harus menindak pelaku korupsi tanpa tebang pilih agar para koruptor kapok.
      Terima kasih kembali mas atas kunjungannya.

      Hapus